(Protonema). Tiada, tiada ada yang tersisa. Semakin lama ku merasa semakin menanggung rasa. Dahaga, mungkin aku terlalu dahaga. Akankah, akankah kau merasa gundah.
(Protonema). Oh... ku menanti tak henti. Dirimu 'tuk mengerti. Betapa hatiku tak terperi. Tak terperi... tak terperi. Oh... letih lelah diri. Tak mampu berlari.
(Protonema). Sangged naita, Poli liba ga. Molas cibal ta, Teing nai go a.... Seluruh hati t'lah kudatangi. Tiada yang kucari. Sejuta jiwa t'lah kuselami.
(Micko). Saat kuterjaga. Oleh hangatnya mentari pagi. Lewati celah jendela kamar. Ku terduduk termangu. Sekian lama waktu. 'Ku berjalan mencari arti hidup.
Kau lantunkan seluruh kesedihanmu. Senandung kerinduan yang tiada hilang. Mencoba bertahan walau asa itu s'makin ada. Tiada pernah hilang walau waktu kan terus berjalan.
(Sidik / Lusman / Didiet). Kemana hati, kemana diri, kemana ku harus pergi. Dimana lagi ku harus cari, kedamaian di hati. Saat cinta membara di dada. 'Kan hadirkan rasa resah.
(Protonema). Terpaku, kulihat dirimu. Terdiam, tak bisa bicara. Tahan amarahku, untuk yang ada oh.... Banyak hal yang tak biasa terjadi. Kebohonganmu s'makin meraja.
(Lusman / Micko). Hari-hari datang t'rus berganti. Arahkan langkahku kian pasti. Hadapi semua yang s'lalu halangi. Wujudkan mimpiku selama ini. Rintangan 'kan s'lalu datang menghadang.
Antara satu rasa yang tak pernah berubah. Berharap menyadari apa isi di hati sesungguhnya. Sadari segala yang pernah kita lewati. Sejenak menyadari apa isi di hati 'kan dahaga.
(Sidik / Micko). Kau...takkan pernah berubah. Kau...takkan pernah sadari. Kau...akan terus bermimpi. Kau...ingatlah akan diri. Kau...berdukalah pada diri.
(Protonema). Tak pernah terbayangkan. Apa yang 'kan terjadi nanti. Kadangkala terlintas. Satu wujud khayal bak permata. Kadangkala terlintas satu bayang dalam jiwa.
(Protonema). Bawalah hati, bawalah jiwa hatimu. Karena damai adalah impian semu. Mencari damai bak mencari jati diri. Janganlah mimpi 'tuk dapatkan damai lagi.
(Protonema). Melangkah dengan beban hati tiada akan berarti. Sementara waktu berlari tiada akan kembali. Beri kejujuranmu jalan. Untuk semua yang t'lah hilang.
(Protonema). Biarkan dirimu. Melangkah setapak hari ini. Dan janganlah kau ragu, oh...oh.... Esok semua menjadi milikmu, yeah.... Terlintas khayalmu. Ini kan menjadi kenyataan.
(Didiet / Lusman). Dunia ini, semakin terasakan sesaknya. Semakin nyata gejolak jiwa manusia. Mana, ucap kata damai yang ada. Itu semua hanyalah khayal dan mimpi.
(Protonema). Dik, ku ingin engkau s'lalu mengerti. Betapa rindunya hati ini. Betapa luluhnya diri ini. 'Pabila diri mulai cemasi dirimu adikku. Adikku sayang, janganlah kau ragu.
(Micko). Terbujur kaku. Diam membisu. Tak ada lagi suara. Tak ada lagi senyummu. Kisah seorang Ibu. Meratapi...menangisi.... Walau ia sadar. Tiada guna lagi.
Joe:. This city's sleeping like a soldier. trapped inside of an iron lung,. Machines can keep you breathing. but what happens when you find a new war's begun?.